Langsung ke konten utama

Postingan

pulanglah

seorang anak perempuan yang sudah tinggal lama, jauh dari orang tuanya walaupun sesekali tetap pulang ke rumahnya barang 2-3 hari saja. tau tidak, apa yang lebih berat daripada mengeluarkan uang untuk biaya transportasi pulang? adalah meninggalkan rumah (lagi) untuk kembali bekerja atau kuliah di rantau 'kamu betah banget ya disana?' ucap ibu sambil mengelus lutut 'besok libur lagi aja ya, pulangnya besoknya', tambahnya barangkali, jika ini bukan suara ibunya, gadis ini akan menolak mentah-mentah. mengedepankan ego, bahkan mungkin tidak sekalipun menjadikannya berfikir tau tidak, mana yang kemudian akhirnya harus didahulukan antara karir atau kebahagiaan orang tua? both are important, tapi orang tua tetap yang utama selagi masih mampu dan sempat tau tidak, betapa menyesakkan ketika meletakkan karir yang sedang naik-naiknya, lalu memutuskan untuk berbalik arah, start everything from zero ? lalu apa yang membuatnya sepakat untuk berbalik arah? rasa cinta da...

pilihan dan keputusan

Hampir melewati usia 25, rasanya terlalu cepat dan baru menyadari ternyata menjadi sosok yang dewasa memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan tempaan sangat kuat. Dulu, rasanya apa-apa yang menjadi alur keputusan kehidupan kita, sepenuhnya dikendalikan oleh orangtua. Mungkin beberapa menerapkan asas demokrasi, tetap mendengarkan hak suara tetapi keputusan dipegang penuh oleh orangtua. Sekarang, kita seperti dilepaskan. Situasinya menjadi berbalik ketika apa yang sedang kita hadapi dan kemudian kita membutuhkan saran, mereka bukannya selalu tidak ada. Namun, kita yang memegang kendali penuh pada alur kehidupan kita sendiri. Orangtua mungkin memberikan beberapa saran, tetapi tetap kita sebagai decision maker  utama pada permasalahan yang sedang kita hadapi. Konsekuensinya, kita harus siap untuk mendengarkan bisikan dari pihak manapun, baik yang pro maupun yang kontra. Tidak pernah ada keputusan yang salah, yang ada hanyalah kesiapan untuk menghadapi kehidupan setelah k...

ketetapan Allah

setiap manusia memiliki fase dalam kehidupannya. kebanyakan berurutan semisal sekolah-kuliah-bekerja-kuliah lagi-menikah-punya anak dan seterusnya. namun ternyata tidak semua orang memiliki fase yang runtut. kadang ada beberapa fase yang tertunda atau yang tidak dialami oleh sebagian orang terlewati atau tidak terlewatinya sebuah fase, ialah rejeki. rejeki yang sama dalam pandangan Allah, dalam artian bagi mereka yang masih sendiri sedangkan teman-teman seusianya sudah menikah, berarti Allah masih memberikan rizki dan kesempatan pada mereka untuk berbakti pada orangtuanya, atau quality time bersama adik-adiknya, atau menggantikan peran sebagai tulang punggung di keluarganya banyak hal yang sebenarnya kita luput, kita hanya melihat noda, sementara kenikmatan lain yang Allah berikan selalu kita abaikan karena itu tidak sesuai seperti yang kita harap dan inginkan. Ada yang sudah hampir satu tahun menikah, belum dikaruniai seorang anak sedangkan mereka yang lain sudah hamil sebulan ...

Ramadhan #18 KELEMBUTAN HATI

Pernahkah melihat dan memperhatikan karakter antara satu orang dengan yang lain? Ketika ada yang berbeda, kita pasti segera mencari tahu kira-kira apa penyebab munculnya sifat itu sedangkan yang lain tidak memilikinya. Allah mewasiatkan untuk memilih pasangan dilihat dari kebaikan agama dan kebaikan akhlak Mengapa akhlak? Karena seseorang yang telah belajar, memahami dan menerapkan apa yang diajarkan menurut Al-Qur'an maupun sunnah, inshaallah dia akan berlaku lembut dengan siapapun Definisi lembut mungkin beragam oleh masing-masing orang. Kelembutan hati muncul ketika kita bisa menahan dan memilah apa yang akan kita lakukan dan ucapkan kepada orang lain. Baik pada orangtua, sebaya, maupun anak-anak. Lembut berarti tidak menyakiti orang lain secara lisan maupun perbuatan Lembut berarti orang tersebut berpikir dahulu, memilah kosakata baru kemudian mengucapkannya. Mashaallah Lembut berarti melebur kata-kata kasar men...

Ramadhan #15 DOA dan PERMINTAAN

Teriring doa terlebih saat bulan suci Ramadhan. Terbukanya pintu ampunan dan rahmat seluas-luasnya, kata Allah . Ternyata, Allah sangat malu ketika tidak bisa mengabulkan doa dan permohonan hambanya, Terlebih doa yang tulus diiringi air mata saat muhasabah . Doamu milikmu. Sampaikanlah pada pemilik dan pengijabah segala doa. Sungguh, Allah adalah pengabul doa yang terbaik dan tidak pernah mengecewakan . Berdoalah. Jika Allah belum mengabulkan, mungkin ditunda. Atau bahkan diganti dengan yang lebih baik . "Apa yang baik menurutmu, belum tentu baik menurut Allah. Apa yang menurut Allah baik, pasti baik menurutmu" Al-Baqarah 216 . Alhamdulillah diberikan kesempatan berkunjung lad Agung Jawa Tengah. Desain bangunan dan payung raksasa yang mirip sekali seperti di Makkah. Payung ini hanya dibuka ketika Solat Jum'at. Semoga Allah perkenankan kita untuk berkunjung ke Baitullah, ke makam Rasulullah, ber...

Ramadhan #11 : SABAR dan TAKDIR

Ramadhan 11  💕 SABAR dan TAKDIR . Sekedar share. Kemarin ceritanya saya kontrol ke rumah sakit, pulangnya saya ke atm. Berhubung tas saya kecil, kresek putih berisi obat kontrol saya keluarkan dan letakkan di atas mesin atm. Usai tarik tunai saya pulang, melenggang seperti tidak ada yg tertinggal disana  😂 . Setelah buka puasa, baru ingat 'obatku dimana?'  😨  . Diingat-ingat, sepertinya tadi saya letakkan di atas mesin atm. . Tidak langsung buru2 saya ambil, saya pikir bila obat itu masih jadi hak saya utk saya miliki, obat itu akan kembali ke saya. Atau mungkin kurang sedekah, pikirku  🤔 Teringat isi kajian kemarin 'kesabaran adalah respon pertama ketika peristiwa pertama kali menimpamu'. Istighfarlah saya~ . Usai tarawih, saya kembali ke atm. Kresek tadi sudah tidak ada. Akhirnya saya putuskan untuk kembali ke bank ini besok pagi . Hari ini, saya klarifikasi ke satpam. Alhamdulillah obatnya disimpan. Ternyata mas satpam juga menunggu2 sejak kemari...

Ramadhan #6 : Kematian

"Dan tiadalah kehidupan di dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Al-An'am ayat 32) Betul, bukan gurauan, bukan sekedar nasehat orang jaman dahulu yang selalu bilang bahwa 'hidup itu cuma mampir ngombe' (hidup itu cuma mampir minum). Bahkan menurut saya, kehidupan kita saat ini adalah hanya menunggu giliran kematian yang setiap saat bisa datang. Tanpa ijin, Tanpa tawar menawar. Tanpa bertanya kesiapan kita. Kematian datang tanpa peduli berapa usia kita, berapa amal yang sudah kita kumpulkan, bahkan mungkin jumlah kemaksiatan yang kita lakukan jauh berkali lipat lebih banyak daripada amal baik yang kita lakukan Ada peristiwa kematian dari teman adik saya. Usianya muda, kisaran 20an (terbukti jika kematian tidak memandang usia), teman satu komunitas katanya. Beliau mengalami kecelakaan, dan ketika tiba di rumah sakit, beliau ...

Ramadhan #5 : Muhasabah

Belajarlah menghargai, mereka yang berhijab walau masih pendek, yang berpakaian walau belum menutup sempurna Belajarlah menghargai, mereka yang baru saja ingin belajar walau masih tertatih . Belajarlah menghormati dan mengerti, mereka yang tidak suka untuk dilukai dengan kata maupun perilaku kasar . Belajarlah merangkul, mereka yang ingin belajar dan bergabung walau masih malu. Tetapi niat adalah utama Allah catat selama berniat dengan sungguh-sungguh . Karena setiap amal adalah rahasia, maka pahala dan kedudukan di sisi Allah tidak hanya dilihat secara lahiriah. Namun, bukan berarti lahiriah bukan hal yang penting. Lahiriah menampilkan identitas, baik sebagai kewajiban maupun sebagai sunnah . Maka, menjadilah sosok yang yang bermanfaat bagi yang lain, karea dakwah itu mengajak, bukan mengejak . Every process is counted In frame: Masjid Al-Azhar, Kuningan, Jakarta Timur

menjadi baik

menjadi baik bukanlah sebuah pilihan, melainkan kewajiban. menjadi baik tidak memiliki batas waktu atau tanggal kadaluarsa. malahan, kita betul-betul disembunyikan oleh kenyataan kapan tanggal kadaluarsa kita masing-masing untuk hidup di dunia ini menjadi baik bukanlah ilmu fisika yang membahas mengenai percepatan, bukan pula puisi yang mengharuskan kesempurnaan tanpa cacat. menjadi baik adalah sebuah proses pada setiap orang yang masing-masing memiliki waktu berbeda-beda untuk menjadi baik menurut versi yang menjadi acuannya.  jadilah baik, karena sebaik dan seburuk apapun kita berubah, orang-orang akan tetap terus berkomentar. namun, jangan sampai itu merubah niat awal kita untuk menjadi baik. hari ini aku bertemu orang-orang yang sedang berproses menjadi baik, mendengar cerita orang-orang yang hanif, bersemangat untuk menjadi baik tanpa kita sadari sejauh apapun kita melangkah dan mencari, pada akhirnya kita akan kembali ke se-benar-benar...

dek..

malam itu, bertemu kakak kelas jaman perkuliahan. akhwat. entah bagaimana, kami ngobrol begitu saja dan terhenti di topik yang itu lagi itu lagi. jodoh nasehatnya kira-kira begini "dek, seberapapun banyaknya lelaki yang mencoba mendekat, seberapapun banyaknya kamu menjalani taaruf, kalau Allah belum ridho berarti belum saatnya dek. Allah itu punya waktu yang tepat, jangan khawatir dengan jodoh yang belum ada saat ini." "jangankan yang di lisan, yang di hati saja Allah dengar. Dia hanya sedang menunggu doa-doamu untuk meminta. jangan bosan berdoa, jangan bosan meminta. teruslah memperbaiki diri. solatmu, ibadah sunnahmu, solat malammu, ngajimu, semuanya. perbaiki" Betul. jangan samakan dengan manusia, Allah yang Maha segala-galanya. Dia tidak merasa kerepotan untuk mengatur segala yang ada di dunia ini, Dia tidak merasa berat untuk sekedar menerbitkan dan menenggelamkan matahari. Apalagi hanya mengurusi hamba...

'rumah'

aku mencari rumah, tidak harus besar, tetapi nyaman untuk ditinggali. rumah dimana ada orang-orang tersayang yang menantimu pulang, yang bersedia mendengar keluh kesah dan berbagi lelahmu. . aku mencari rumah, bukan kemewahan yang aku cari. tetapi rumah sederhana yang cukup untuk kita tinggali bersama. ada kamar untuk beristirahat dan ada ruang untuk kita bercengkrama. . aku mencari rumah yang selalu aku rindukan untukku pulang, rumah yang menawarkan kenyamanan, jauh dari hiruk pikuk dan keramaian orang-orang dengan kesibukannya masing-masing. bukan rumah yang selalu aku hindari, selalu malas untuk tempatku pulang. . "adakah rumah yang cocok?" "aku belum menemukannya" "hmm, yang itu?" aku menggelengkan kepala "jika kamu memasuki sebuah rumah, lalu kamu merasa nyaman walau rumah itu kosong. barangkali rumah itulah yang pas untukmu"

pernikahan impian

Pernah baca di salah satu tumblr, kalau usia-usia sekarang memasuk quarter life crisis. Fase dimana kita disibukkan aktualisasi diri pada karir, pekerjaan, dan jodoh. Menjelang akhir tahun, banyak undangan pernikahan dari teman dan kerabat. lalu masing-masing akan berkaca dan bertanya, kapan gilirannya untuk bertemu jodohnya dan menikah? . . banyak kemungkinan yang terjadi ketika jodoh itu belum datang. terus khusnuznon, berusaha dan berdoa dirasa cara yang paling efektif untuk menunggu. bisa jadi, jodoh yang diharap-harap saat ini sedang mengumpulkan pundi-pundi agar bisa melamarmu. bisa jadi, jodoh yang diharapkan masih melanjutkan studinya dan juga merasa cemas semoga dirimu belum ada yang melamar. bisa jadi, jodoh dambaanmu sedang mengumpulkan keberanian untuk datang kerumah dan bicara dengan orangtuamu. bisa jadi, kita sedang diajarkan kesabaran untuk menunggu sambil terus belajar dan memantapkan hati karena pernikahan bukanlah sehari atau dua hari. bukan hanya enaknya saja ...

sahabat jadi cinta?

"saya tidak meyakini adanya persahabatan di antara laki-laki dan perempuan. yang akan terjadi, adalah ada salah satu pihak yang menaruh perasaan, atau keduanya memiliki perasaan satu sama lain. yang terjadi selanjutnya, persahabatan akan tetap terjalin sambil masing-masing membatasi perasaannya atau hancur sama sekali" sepanjang yang saya tahu, kita tidak pernah bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta. namun, cinta bisa tumbuh sedikit demi sedikit jika ada hati yang terpaut, kesamaan satu sama lain dan kebutuhan yang saling terlengkapi. . tidak salah mereka yang memilih untuk mengungkapkan perasaan yang dimilikinya kepada seseorang, sebagai jalan agar merasa lega dan perasaannya dapat diketahui oleh orang yang diincarnya. ada sebagian orang yang ketika menerima kejujuran perasaan dari orang lain, merasa senang, haru dan seolah menjadi orang yang paling bahagia saat itu. namun, ada sebagian yang lain ketika menerima kejujuran itu, merasa bingung, kikuk dan bertanya-...

ruang menerima

dulu, di usia yang belia, saya dan mungkin hampir semua teman sebaya sangat sempit mengartikan kata 'menerima'. saat gejolak remaja, kata-kata menerima semudah mengatakan 'cinta itu menerima apa adanya'. ternyata setelah dewasa, kata 'menerima' tidak lagi memiliki definisi yang sempit ketika sebagian dari kita di usia dewasa, mulai mencari dan memberanikan diri untuk membuka hati, disitulah kata 'menerima' diuji. ketika sepasang manusia kemudian memutuskan untuk masing-masing membuka diri, ada fase yang dinamakan sinkronisasi. menyamakan persepsi mengenai kehidupan, baik yang bersifat keseharian maupun prinsipal.  sebetulnya setiap orang telah memiliki standarnya masing-masing untuk kemudian mencari yang seirama, agar nantinya kehidupan yang dijalani menjadi sinkron. tidak mungkin dalam satu kapal memiliki dua nahkoda dengan tujuan yang berbeda, prinsip yang berbeda, maka pilihannya adalah kapal itu tidak akan sampai ke tujuan atau akan karam ...

merawat orang tua

Pepatah berbicara "kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang masa" Banyak fenomena dimana orangtua ditinggalkan begitu saja di panti jompo, padahal mereka memiliki anak-anak yang hidup dengan sukses dan dikatakan mapan dalam hal finansial. Pernah tidak, membayangkan betapa pedih perasaan orangtua yang telah membesarkan anak-anaknya sejak dari dalam kandungan hingga lahir dan tumbuh sedewasa ini tetapi pada akhirnya jasa mereka tidak terbayar. Mereka 'dititipkan' di panti jompo dengan alasan anak-anak tidak mampu untuk merawatnya karena tinggal berjauhan bahkan terpisah pulau, misalnya. Mungkin beberapa dari kita juga bisa lupa untuk mendoakan mereka, karena mungkin kita terlalu sibuk dengan dunia pekerjaan baru kita, keluarga kecil baru kita atau hal lain yang melenakan. Bekerja di rumah sakit membuatku selalu waspada tingkat tinggi untuk membayangkan kemungkinan terburuk dan berpikir hingga kematian. Betul bahwa kematian itu rahasia Tuhan. Namun, ti...

jarak dan rindu

dulu mungkin aku tak begitu memahami bagaimana jarak menjadi jurang pemisah yang terkadang tidak bisa untuk ditaklukkan, bahkan dipendekkan. sejauh apapun itu. jarak tetaplah abadi. kali ini, jarak seolah menjadi sesuatu yang kekal, semakin sulit untuk ditaklukkan karena ada faktor pengikat yang lain, seperti pekerjaan atau keluarga kecil yang baru tahun ini, aku disibukkan dengan pekerjaan. bersyukur pasti. namun, lagi-lagi jarak menjadi sulit untuk ditaklukkan. bertemu pun menjadi sesuatu yang sangat mahal untuk dilakukan. dan aku rindu, bagaimana dulu kami bisa bertemu dengan sangat sederhana, sangat mudah. effortless aku rindu bagaimana kami mengemasi barang-barang bersama untuk dibawa mudik ke desa aku rindu saat kami gaduh untuk memutuskan berapa stel baju yang akan kami bawa untuk berlebaran aku merindukan saat kami bertengkar, tertawa riang dan saling jahil saat perjalanan mudik ke desa aku rindu saat aku bisa bertukar kerudung dengan ibu untuk berlebaran l...

makna 'baik'

setelah melalui perjalanan dan sedikit perenungan, saya menemukan bahwa makna 'baik' ternyata memiliki spektrum yang sangat luas. baik memiliki standarnya masing-masing menurut setiap orang, dan setiap dari kita mengaplikasikan 'baik' tersebut menjadi aktivitas atau tingkah laku yang berbeda pula. saya mengamati bahwa, manusia diciptakan berpasangan. itu firman Tuhan mutlak. setiap laki-laki yang 'baik' akan dipasangkan dengan perempuan yang 'baik' pula. lalu bagaimana definisi baik? 'baik' bagi sebagian orang tidak menuntut kesempurnaan. sopan, ramah, penyayang, itu juga termasuk dalam definisi baik, dengan mengabaikan penampilan fisik atau standar lainnya yang sudah termaktub dalam kitab-Nya yang kemudian dipahami sebagai perintah dan larangan 'baik' bagi sebagian yang lain bisa jadi yang tutur katanya halus, ibadahnya baik, akhlaknya baik, patuh dan sopan terhadap orang tuanya, terlebih pada Tuhannya dan betul, mer...

tentang proses

Kemarin, aku mendapatkan sebuah entah teguran atau pelajaran berharga dari Allah. Mungkin ini salah satu tanda, Allah ingin mengingatkanku, ingin menarikku kembali ke jalan yang benar. Aku menjadi mengerti bahwa belajar mengerti orang lain adalah sulit, apalagi jika orang tersebut ternyata tidak sepaham dengan kita. Namun, tidak sepaham bukan berarti ilmu kita lebih tinggi. Bukan, Bukan itu yang saya maksud. Kemarin, saya belajar bahwa menjaga perasaan orang lain adalah suatu keharusan. Pada konteks ini, menjaga perasaan semisal menjaganya dari hal-hal yang tidak dia sukai, menjaganya dari kata-kata kasar/buruk, hal-hal yang bisa membuatnya kehilangan harga diri, hal-hal yang bisa membuat dirinya malu setengah mati dan hal-hal yang melukai privasinya. Terlebih bila orang tersebut sedang berada dalam proses memperbaiki diri. Siapa sangka, manusia yang sekarang paling baik, memiliki masa lalu yang sangat kelam sampai-sampai orang tidak bisa percaya bahwa mereka adalah sosok ya...

berbuat baik

Salah satu keuntungan yang pasti kita dapatkan jika berada di lingkungan yang baik serta teman-teman yang mendukung, adalah tempaan radiasi kebaikan dari sekeliling. Entah radiasi tersebut akan kemudian diserap atau tertolak, itu kembali ke pribadi masing-masing. Namun, kebaikan tidak akan pernah berhenti datang dari lingkungan serta kawan yang baik. Berbuat baik adalah kenikmatan bagi setiap orang. Hati akan merasa lebih lapang saat menolong orang lain. Diri merasa dihargai ketika pertolongan kita akhirnya terbayar dengan kelegaan orang lain, kemudahan orang lain atas pertolongan yang kita berikan, serta ucapan terima kasih. Sebetulnya pertolongan kebaikan yang kita berikan adalah suatu hal yang sederhana, tetapi bagi orang yang membutuhkan pertolongan akan terasa sangat berharga. Jika orientasi manusia adalah harta dan uang, jika kebaikan diibaratkan sebagai pecahan koin emas, mungkin setiap orang berlomba dalam melakukan kebaikan, memberik...

Lillah

Kaget ya, melihat betapa Allah sangat mendengarkan permintaan hambaNya. Sebetulnya Allah tidak pernah merumitkan sesuatu hal, tetapi manusia yang mempersulit dirinya sendiri. Kemarin rasanya masih sibuk mencari, merumuskan apa yang diinginkan, sibuk kesana kemari, sibuk mendekat kepada Yang Maha memberi rizki. Lalu tiba-tiba Allah mendengarkan, dan memberi jalan begitu saja. Jalan yang jika dipikirkan oleh akal manusia rasanya tidak mungkin terjadi. Tapi Allah tunjukkan kuasa-Nya dari keragu-raguan hati, hingga telepon masuk yang ternyata tidak terdeteksi di handphone. Saya mendapat pelajaran bahwa Allah tidak setega itu membiarkan makhluknya berkeliaran di bumiNya tanpa sejumput rezeki. Allah pasti beri rezeki, dari siapapun, dari jalan manapun, dari yang tidak pernah diduga sekalipun. Setiap yang hidup pasti memiliki harapan. Perjuangkanlah bersama Allah, mintalah ketetapan hati. Ini bukan masalah keinginan, tetapi kebaikan yang ingin Allah berikan. Berkah. Mintalah petunjuk...