"saya tidak meyakini adanya persahabatan di antara laki-laki dan perempuan. yang akan terjadi, adalah ada salah satu pihak yang menaruh perasaan, atau keduanya memiliki perasaan satu sama lain. yang terjadi selanjutnya, persahabatan akan tetap terjalin sambil masing-masing membatasi perasaannya atau hancur sama sekali"
sepanjang yang saya tahu, kita tidak pernah bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta. namun, cinta bisa tumbuh sedikit demi sedikit jika ada hati yang terpaut, kesamaan satu sama lain dan kebutuhan yang saling terlengkapi.
.
tidak salah mereka yang memilih untuk mengungkapkan perasaan yang dimilikinya kepada seseorang, sebagai jalan agar merasa lega dan perasaannya dapat diketahui oleh orang yang diincarnya. ada sebagian orang yang ketika menerima kejujuran perasaan dari orang lain, merasa senang, haru dan seolah menjadi orang yang paling bahagia saat itu. namun, ada sebagian yang lain ketika menerima kejujuran itu, merasa bingung, kikuk dan bertanya-tanya kenapa ini bisa terjadi. lalu kemudian merasa bersalah, blaming herself atas munculnya perasaan itu.
.
.
mengungkapkan perasaan ternyata tidak semudah bicara suka atau cinta. ada konsekuensi yang menunggu setelah terucapnya kata tersebut. so, what's next? ada beberapa hati yang menunggu aksi setelah terucapnya kejujuran tersebut.
.
.
bicara cinta juga tidak semudah itu ketika menyadari ternyata ada hati lain yang harus dijaga. lalu bagaimana? saya tidak setuju bahwa kecocokan jelas terbangun pada hubungan (non-nikah) yang terjalin cukup lama. belum dikatakan jodoh juga jika hubungan tersebut belum sampai pada pernikahan.
.
jadi, jagalah hati kita sendiri dan orang lain dari kemungkinan yang bisa kita duga akan muncul. karena membiarkan orang mendengarkan kejujuran kita tidak selalu melegakan. ada hati yang menunggu dan ada hati yang bertanya, berasumsi.
.
.
jadi, jagalah hati :)
Semarang,
*request seorang sahabat haha
Komentar
Posting Komentar