Langsung ke konten utama

'rumah'



aku mencari rumah, tidak harus besar, tetapi nyaman untuk ditinggali. rumah dimana ada orang-orang tersayang yang menantimu pulang, yang bersedia mendengar keluh kesah dan berbagi lelahmu.
.
aku mencari rumah, bukan kemewahan yang aku cari. tetapi rumah sederhana yang cukup untuk kita tinggali bersama. ada kamar untuk beristirahat dan ada ruang untuk kita bercengkrama.
.
aku mencari rumah yang selalu aku rindukan untukku pulang, rumah yang menawarkan kenyamanan, jauh dari hiruk pikuk dan keramaian orang-orang dengan kesibukannya masing-masing. bukan rumah yang selalu aku hindari, selalu malas untuk tempatku pulang.
.
"adakah rumah yang cocok?"
"aku belum menemukannya"
"hmm, yang itu?"
aku menggelengkan kepala

"jika kamu memasuki sebuah rumah, lalu kamu merasa nyaman walau rumah itu kosong. barangkali rumah itulah yang pas untukmu"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan

Tuhan, selalu muncul dengan kejutan entah yang diharapkan maupun yang tak disangka-sangka Tuhan, penggenggam dan pengabul doa terbaik pemegang rahasia terbaik pemberi rencana yang sempurna Tuhan, rasanya baru kemarin aku meminta hari ini Kau tunjukkan semuanya tak perlu hal yang selalu aku minta untuk menjadi bahagia bahagiaMu pasti yang terindah untukku

aplikatif, kumulatif

kalo dikampus kita belajar teori di RS bener-bener belajar praktiknya, atau bahasa ilmiahnya aplikasi keilmuan yang udah didapat di kampus tapi ternyata tidak seindah dan seribet teori seolah teori hanyalah sebagai pondasi yaa bener sii tapi aku juga melihat beberapa penyepelean pada keilmuan tersebut misal teknik spul untuk infus padahal itu enggak boleh dan masih banyak lagii askep pun hanya dibuat seadanya sehingga aku berpikir bahwa hanya yang tampak lah yang diperbaiki sesuatu yang mikro ditinggalkan padahal they didn't realize that something big madeup from little things *ini kumulatif yaa begitulah pemirsah

inilah rasa tenteram

pertanyaan ini sudah lama aku simpan "mengapa bahu laki-laki selalu lebih lebar  daripada perempuan?" mereka bilang, bahu sebagai tempat bersandar. tetapi, jika dilihat dengan seksama, tangan laki-laki pun selalu lebih panjang perempuan diciptakan lebih mungil daripada laki-laki. entah tangannya, pundaknya, bahunya, bahkan jemarinya. tapi perempuan bukan sosok yang lemah, lelaki juga bukan sosok yang selalu lebih kuat daripada seorang perempuan bahu laki-laki lebih lebar, sebagai penopang perempuan, pun tangannya yang lebih panjang agar selalu menjaga perempuannya dari hal-hal yang membahayakan. selalu mempertahankan dan menjaga perempuannya agar selalu ada di sampingnya, di pelukannya. lalu apa yang kau rasakan? bukankah itu menenteramkan? bukankah itu menenangkan? wanita dengan tubuh yang mungil, bahu yang lebih sempit serta jemari yang lebih kecil, sebagai pelipur saat apapun yang kau anggap besar menjatuhkanmu membuatmu terduduk sedih. perempuan dengan ...