Langsung ke konten utama

pilihan dan keputusan



Hampir melewati usia 25, rasanya terlalu cepat dan baru menyadari ternyata menjadi sosok yang dewasa memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan tempaan sangat kuat. Dulu, rasanya apa-apa yang menjadi alur keputusan kehidupan kita, sepenuhnya dikendalikan oleh orangtua. Mungkin beberapa menerapkan asas demokrasi, tetap mendengarkan hak suara tetapi keputusan dipegang penuh oleh orangtua.

Sekarang, kita seperti dilepaskan. Situasinya menjadi berbalik ketika apa yang sedang kita hadapi dan kemudian kita membutuhkan saran, mereka bukannya selalu tidak ada. Namun, kita yang memegang kendali penuh pada alur kehidupan kita sendiri.

Orangtua mungkin memberikan beberapa saran, tetapi tetap kita sebagai decision maker utama pada permasalahan yang sedang kita hadapi.

Konsekuensinya, kita harus siap untuk mendengarkan bisikan dari pihak manapun, baik yang pro maupun yang kontra. Tidak pernah ada keputusan yang salah, yang ada hanyalah kesiapan untuk menghadapi kehidupan setelah keputusan yang kita buat sendiri.

sesuatu hal yang terlihat baik, belum tentu akan menjadi yang terbaik


......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan

Tuhan, selalu muncul dengan kejutan entah yang diharapkan maupun yang tak disangka-sangka Tuhan, penggenggam dan pengabul doa terbaik pemegang rahasia terbaik pemberi rencana yang sempurna Tuhan, rasanya baru kemarin aku meminta hari ini Kau tunjukkan semuanya tak perlu hal yang selalu aku minta untuk menjadi bahagia bahagiaMu pasti yang terindah untukku

aplikatif, kumulatif

kalo dikampus kita belajar teori di RS bener-bener belajar praktiknya, atau bahasa ilmiahnya aplikasi keilmuan yang udah didapat di kampus tapi ternyata tidak seindah dan seribet teori seolah teori hanyalah sebagai pondasi yaa bener sii tapi aku juga melihat beberapa penyepelean pada keilmuan tersebut misal teknik spul untuk infus padahal itu enggak boleh dan masih banyak lagii askep pun hanya dibuat seadanya sehingga aku berpikir bahwa hanya yang tampak lah yang diperbaiki sesuatu yang mikro ditinggalkan padahal they didn't realize that something big madeup from little things *ini kumulatif yaa begitulah pemirsah

inilah rasa tenteram

pertanyaan ini sudah lama aku simpan "mengapa bahu laki-laki selalu lebih lebar  daripada perempuan?" mereka bilang, bahu sebagai tempat bersandar. tetapi, jika dilihat dengan seksama, tangan laki-laki pun selalu lebih panjang perempuan diciptakan lebih mungil daripada laki-laki. entah tangannya, pundaknya, bahunya, bahkan jemarinya. tapi perempuan bukan sosok yang lemah, lelaki juga bukan sosok yang selalu lebih kuat daripada seorang perempuan bahu laki-laki lebih lebar, sebagai penopang perempuan, pun tangannya yang lebih panjang agar selalu menjaga perempuannya dari hal-hal yang membahayakan. selalu mempertahankan dan menjaga perempuannya agar selalu ada di sampingnya, di pelukannya. lalu apa yang kau rasakan? bukankah itu menenteramkan? bukankah itu menenangkan? wanita dengan tubuh yang mungil, bahu yang lebih sempit serta jemari yang lebih kecil, sebagai pelipur saat apapun yang kau anggap besar menjatuhkanmu membuatmu terduduk sedih. perempuan dengan ...