Langsung ke konten utama

Postingan

kita (tidak) berbeda kan? :)

Benar, jika dalam agama yang saya yakini, perempuan dan laki-laki diciptakan sama dan sederajat. Yang membedakan hanyalah jenis keunggulan di bidangnya masing-masing. Perempuan diciptakan sebagai sosok yang lembut, keibuan, penyayang, multitasking sehingga perempuan lebih pas untuk melakukan kegiatan semisal mengajar, berbagi ilmu ke beberapa generasi, merawat beberapa kepala dalam satu rumah. Namun, perempuan dibekali dengan fungsi multitasking  yang membuatnya mampu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Hal yang jarang dimiliki oleh laki-laki. Berbeda dengan laki-laki, sosok yang secara penampakan fisik sudah sangat berbeda, terlebih kepribadiannya. Laki-laki diciptakan dengan bahu yang lebar, telapak tangan yang lebih besar, tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Laki-laki dikaruniai suara yang lantang, ketegasan, kemampuan logika sedangkan perempuan lebih dominan dengan perasaan. Laki-laki diciptakan sebagai sosok pemimpin, pelindu...

galau, gamang

Sejatinya sebuah kehidupan yang disusun banyak kepala, banyak ide, banyak suara, sekarang aku terjatuh dalam masa gamang. Apalagi ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan. Hidup adalah pilihan, betul kan? Banyak orang yang dalam masa keemasan mereka, tidak memiliki tujuan hidup. Mereka (termasuk aku) terkadang atau seringkali mengatakan 'biarkanlah mengalir seperti air'. Sebetulnya, adanya target dalam kehidupan hanyalah sebagai pedoman. Jika diibaratkan jembatan, target adalah titian tali untuk selalu menjadi penyeimbang agar kita tetap bertahan ketika sudah mengambil suatu keputusan. Terlalu sulit bila akhinya kita hanya mengatakan 'biarkanlah'. Tidak ada tujuan hidup, hanya mengalir tanpa tahu sebenarnya apa yang benar-benar kita butuhkan dalam hidup ini. Lalu kemudian aku berpikir 'apa yang aku sebenarnya cari?' 'harta kah?' 'prestise kah?' 'berkah?' 'kenyamanan kerja?' Selama masa penantian, aku menemukan banyak...

Kedalaman hati

"Dalamnya lautan bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tau" -pepatah Pepatah lama yang tiba-tiba teringat kembali. Tidak ada seorang ahli pun atau siapapun yang benar-benar mengetahui dangkal atau kedalaman hati setiap orang, kecuali kita sendiri. Maka ada batasan dimana kedalaman hati bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan atau membahayakan. Berbicara tentang lautan, setiap dari kita sebetulnya adalah seorang perenang. Perenang yang tidak saling tahu dimana atau kapan tepatnya akan tertelan ombak lautan. Bagaimana jika lautan tiba-tiba pasang? Padahal awalnya tenang. Atau kita adalah perenang yang bisa menikmati dalamnya lautan? Jika engkau adalah seorang perenang, menyelami lautan yang sebelumnya belum pernah engkau jelajahi, maka kemungkinannnya ada dua. Kembali ke permukaan, atau tenggelam. Jika engkau tidak benar-benar yakin untuk menyelami dalamnya lautan, maka kau harus siap menghadapi resiko tenggelam lalu sulit untuk kembali ke permukaan. Jika engkau siap...

Perjalanan dan Tujuan

Ibarat perjalanan, mungkin aku adalah kendaraan sedangkan kamu adalah tujuan. Sebelum memulai perjalanan, aku akan mempersiapkan kendaraanku dengan baik agar bisa mencapai tujuanku. Namun ternyata mempersiapkan kendaraan butuh waktu yang tidak sebentar, bekal yang tidak sedikit, berulang-kali jatuh bangun sebelum sampai pada tujuanku. Fase saat ini, adalah fase dimana Tuhan mengajari kita untuk berikhtiar dan berpasrah sesudahnya. Kita tahu bahwa ikhtiar adalah salah satu cara untuk menjemput semuanya. Namun, pasrah adalah sikap tertinggi dari seseorang setelah berikhtiar. Selama mencapai tujuan, pernahkah merasa ada sebersit kesombongan? Keunggulan diri dibanding lainnya? Dalam hal apapun. Jika iya, berarti saat ini Tuhan menegurmu, berusaha membangunkanmu dari kesombongan yang membuatmu terkadang merendahkan orang lain. Fase saat ini, adalah sebetulnya Tuhan memberikan waktu yang sangat lebih untuk kembali berbenah, merekonstruksi segala mimpi dan harapan yang pernah kita si...

percakapan

Kemarin malam, ketika di Semarang secara tiba-tiba aku memikirkan sesuatu. Masih dengan tema yang sama. Jodoh Kami, malam itu terlibat percakapan yang membingungkan namun akhirnya terpecahkan 'nanya dong, kalo jodoh itu bisa berubah nggak sii?' 'kalo menurutku bisa. kan laki-laki baik untuk wanita baik. misal si A belum baik, berarti jodoh kita diganti. gitu bukan sii?' 'bukaan, aku pernah tanya katanya jodoh itu termasuk dalam takdir yang mutlak. jadi misal jodoh kita si A, sampai nanti ketemu juga si A. cuman bedanya, kita dan jodoh sama-sama seimbang, bisa semakin baik atau semakin buruk. Gitu' 'Oh gitu' 'Iya. Eh, aku pernah dikasih tau doa untuk jodoh' 'gimana gimana?' 'Ya Rabb, siapapun yang Engkau pilihkan untukku, semoga Engkau senantiasa menjaganya di jalan-Mu. Jika boleh, perkenankanlah kami bertemu secepatnya' Benar, jika jodoh adalah cerminan diri. Maka jangan bosan-bosan untuk selalu berniat dan beram...

Menulis

Menulis bagiku seperti cara untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa aku katakan. Menulis bisa mewakili semuanya Karena aku tidak memiliki banyak keberanian untuk mengatakan, tulisanku mampu mewakili perasaan Menulis bagiku seperti kebebasan. Aku bebas untuk menjadi siapapun dalam tulisanku. Dan aku bisa memikirkannya dalam berbagai sudut pandangku. Karena menulis tidak pernah terbatas Menulis bagiku seperti kejujuran dalam kepura-puraan. Hanya penulis yang tau arti sebenarnya dari tulisan yang dia buat, ketika orang lain mencoba menerka arti sebenarnya, maka itulah kepura-puraan. Menjadi jujur, karena tulisan adalah ungkapan, maka aku tidak berbohong dalam tulisanku Menulis bagiku seperti pengingat, penegur ketika kita membacanya ulang di kemudian hari Karena menulis bisa merekam kejadian yang aku inginkan, yang ingin aku ingat. Karena menulis itu nyata Jika kamu atau kalian adalah inspirasi, maka jangan pernah pergi. Karena tanpa kalian, tulisanku tiada pernah memilik...

dari sahabat terbaik :)

Terimakasih untuk persahabatan lima tahun yang luar biasa. Terimakasih untuk selalu mengingatkan bahwa mimpi dan harapan juga layak untuk diperjuangkan. Terimakasih telah berbagi elemen api, karena aku air :) Terimakasih untuk selalu mengingatkan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk mencoba dan tak ada yang tidak mungkin selama masih punya Allah. Iya kan? Kamu luar biasa, semangat, menggebu-nggebu, berapi-api. Selalu yakin kalo Allah itu nyata. Selalu ajak aku berbuat baik. Semoga Allah mudahkan jalan kamu untuk cita-citamu ya. Jika bukan itu, Allah punya ganti yang lebih baik. Karena kamu, aku belajar bersabar. Untuk orang yang selalu merubah keputusan secara mendadak, orang yang sangat suka melakukan sesuatu tanpa persiapan (bukan aku banget haha), orang yang berusaha belajar mendengarkan ceritaku yang hampir selalu sama setiap harinya, orang selalu ngga kapok bangunin aku (makaaasiiihhh :D ) Orang yang selalu kalo mau bilang sesuatu yang serius, diawali bilang 'c...