Langsung ke konten utama

Postingan

setidaknya, aku pernah cinta

Kamu mungkin lupa, siapa aku. seperti apa rupa dan wajahku. tapi aku tidak pernah lupa, walau hanya sebentar, aku selalu mengingat nama, rupa, hobi, kesukaanmu, bahkan tingkah laku anehmu pun aku selalu suka. Iya, aku pernah cinta Kamu adalah sosok yang misterius, tidak semua orang mengenalmu. Akupun belum begitu mengenalmu. Kamu aneh, kata orang-orang. Tapi buatku, kamu sosok sederhana yang baik, supel dan ramah. Religius boleh dibilang. Tapi tidak semua orang tahu itu, aku tidak peduli. Tak apa, setidaknya aku pernah cinta Aku lupa kapan tepatnya aku mengingatkanmu untuk ini-itu, menanyakan kabarmu hingga hari ini. Rasanya aku tidak perlu menanyakan itu lagi. Aku bukan siapa-siapa kan? Tapi aku peduli, tapi aku sayang hingga aku terus memperhatikan detail dari dirimu. Aku tidak peduli Aku sudah pernah bilang pada hatiku, aku pernah cinta Cinta tidak harus memiliki, kata sebagian orang. Tapi kepedulian ini masih bersisa. Aku hanya menghibur d...

Jika bukan karena Tuhan

Jika bukan karena Tuhan, aku tidak perlu kesulitan untuk menundukkan pandangan setiap aku melihat pada lawan jenis. Padahal memandangmu bisa meredam rindu yang berkecamuk, menjawab keresahanku semalam untuk tahu keadaanmu. Tuhan bilang, jika terlalu lama aku melihat, pandangan yang semula cinta bisa menjadi zina mata. Maaf Tuhan, aku salah Jika bukan karena Tuhan, aku tidak perlu berpanas-panas menutup auratku dari rambut hingga ujung mata kaki. Tuhan bilang, kaki pun aurat. Siapapun yang memandang aurat, akan terkena dosa. Lalu tega-kah aku membiarkan orang-orang memandangku dan mendapat dosa? Lalu mana kata 'aku sayang mereka' yang aku katakan kemarin? Maaf Tuhan, aku salah Jika bukan karena Tuhan, aku tidak perlu bersusah payah menahan pengap karena perasaan cinta yang bersemi dalam hati. Aku tidak perlu membungkus perasaan ini rapat-rapat. Aku tidak perlu berpura-pura seolah tidak ada apapun diantara kami. Tuhan bilang aku kuat, karena Dia tidak pernah mencoba aku mel...

(masih) maukah kamu?

Tuhan tidak pernah luput, termasuk menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan. Bukan hanya untuk manusia, bahkan hewan dan tumbuhan pun memiliki pasangannya sebagai takdir. Akupun begitu. Bagaimana jika aku meminta takdirku adalah kamu? Bisakah? Kamu, dengan sosokmu yang sedemikian indah. Tidak luput dengan bacaan Qur'anmu setiap harinya. Bibir yang selalu bergumam mengucap tasbih, bertasbih kepadaNya tanpa lelah. Lalu, maukah kamu jika aku jadi pendampingmu suatu saat nanti? Kamu, dengan segala kerendah hatianmu, dengan segudang ilmu yang kamu miliki. Termasuk hafalan ayat suci yang kamu ingat, sedangkan aku hanya baru menghafal beberapa suratan saja. Bersediakah kamu jadi imamku, mengajariku agar bisa mengimbangimu? Kamu, dengan sosok teladanmu yaitu Rasulullah, menenangkan ketika berbicara, menyenangkan ketika berdiskusi, berhati-hati apabila berinteraksi dengan orang lain, tanpa bermaksud ingin menyakiti hatinya. Kamu sangat suka dengan anak kecil, matamu berbicar...

bagaimana jika?

bagaimana jika, seseorang yang kamu suka ada di depanmu? tepat di hadapanmu? antara bahagia dengan gugup, gelisah. bagaimana jika seandainya laki-laki itu tahu perasaanmu yang sebenarnya? kamu berusaha menyembunyikannya rapat, menggenggamnya erat, agar hanya engkau saja yang tahu bagaimana jika, seseorang yang kamu suka selalu ada di dekatmu? hampir di sebagian besar aktivitasmu sehari-hari, selalu bersamanya. kamu memohon agar perasaan yang kamu miliki tidak berlebihan, agar kekecewaan tidak datang bagaimana jika, karena sering bersamanya, akan timbul cinta yang hebat. cinta yang seperti sayang, seperti ingin merawat separuh hidupnya, seperti ingin tumbuh bersama, membangun cita-cita yang sama, seperti kamu menemukan sosok yang selama ini kamu cari. bagaimana jika, dengan perasaan yang kamu miliki sekarang, kamu tidak bisa mengungkapkannya sama sekali? hanya kamu yang diam, hanya kamu simpan, hanya kamu sendiri yang merasakan, hanya kamu yang bingung, hanya kamu yang sedih b...

Padam

setahun silam aku melihat seorang gadis yang menyimpan bara api dalam hatinya. bara yang selalu berkobar, makin berkobar ketika angin kencang meniupnya. masih berkobar ketika cipratan air berusaha memadamkannya kemarin aku melihat bara tersebut mulai meredup, padahal bara itu tersulut setiap hari. sepertinya bara itu lelah, berpendar setiap hari untung saja cinta bukan seperti tanaman, yang jika tanpa air dia akan mati cinta gadis itu tidak bisa disamakan dengan tanaman. kemarin ia tumbuh subur meski tidak disiram air kemana kata cintanya kemarin? sekarang bahkan semuanya sudah padam gadis itu (pernah) mencintainya

jangan banyak berharap

Jika ada sebuah pot dengan tanaman yang sangat subur di dalamnya, lalu pot tersebut dibiarkan begitu saja, tersengat matahari setiap harinya, dihinggapi serangga yang menjadi parasit untuknya. Lalu tetiba, tanaman tersebut mendapatkan siraman air, segar, sejuk dan menjadi subur Jika ada seorang anak kecil, yang terbiasa terkurung di dalam rumahnya. Tidak bermain, tidak bersosialisasi. Tetiba ia diperbolehkan keluar, berjalan-jalan, seolah melihat sesuatu pemandangan yang baru. Padahal mungkin bagi orang lain, pemandangan tersebut biasa aja Anggap saja gadis ini seperti halnya tanaman dan seorang anak kecil itu. Terbiasa bersosial, namun tidak begitu dengan lawan jenisnya. Seolah mendapatkan sanjungan, merasa dihormati dan dilambungkan dengan sekejap saat itu juga, ketika ada lelaki yang tetiba memperlakukan gadis itu dengan manis. Bagaimana ya perasaannya? Perasaan yang kemarin sudah berhenti berkobar, kini tersulut kembali. Namun, dia tahu batas dimana harus mengontrol kobaran...

ada kamu :)

Pernah merasa ketika apa yang sudah dilakukan, namun tidaklah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh orang lain. Tidak sesuai standar, tidak sesuai profesi dan sebagainya. Pernah merasa ketika semua usaha yang dilakukan di malam-malam sebelumnya (bahkan hingga tidak tidur) hanya terbalaskan dengan sebuah predikat Itu hakikat kehidupan. Kadang merasa tidak adil, terkadang merasa pundak ini sudah terlalu berat, kaki ini tidak sanggup menopang keinginan raga yang terlalu bersemangat, fisik yang terdapat keterbatasan, pikiran yang terkadang tumpul, niat yang tidak se-benderang di awal perjuangan Perjuangan memang berat, berat sekali. Kadang merasa getir dan membatin 'inikah yang harus aku lakukan?'. Hei, perjalanan masih sangat panjang. Terduduk dan menangis itu kadang sebuah ekspresi yang muncul secara spontan sebagai penampakan perasaan. Namun, tidak perlu berlama-lama. Aku ingin semuanya segera selesai, begitupun kamu Secara fisik, aku sendirian untuk perjuangan ini. Nam...