Langsung ke konten utama

Postingan

(masih) maukah kamu?

Tuhan tidak pernah luput, termasuk menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan. Bukan hanya untuk manusia, bahkan hewan dan tumbuhan pun memiliki pasangannya sebagai takdir. Akupun begitu. Bagaimana jika aku meminta takdirku adalah kamu? Bisakah? Kamu, dengan sosokmu yang sedemikian indah. Tidak luput dengan bacaan Qur'anmu setiap harinya. Bibir yang selalu bergumam mengucap tasbih, bertasbih kepadaNya tanpa lelah. Lalu, maukah kamu jika aku jadi pendampingmu suatu saat nanti? Kamu, dengan segala kerendah hatianmu, dengan segudang ilmu yang kamu miliki. Termasuk hafalan ayat suci yang kamu ingat, sedangkan aku hanya baru menghafal beberapa suratan saja. Bersediakah kamu jadi imamku, mengajariku agar bisa mengimbangimu? Kamu, dengan sosok teladanmu yaitu Rasulullah, menenangkan ketika berbicara, menyenangkan ketika berdiskusi, berhati-hati apabila berinteraksi dengan orang lain, tanpa bermaksud ingin menyakiti hatinya. Kamu sangat suka dengan anak kecil, matamu berbicar...

bagaimana jika?

bagaimana jika, seseorang yang kamu suka ada di depanmu? tepat di hadapanmu? antara bahagia dengan gugup, gelisah. bagaimana jika seandainya laki-laki itu tahu perasaanmu yang sebenarnya? kamu berusaha menyembunyikannya rapat, menggenggamnya erat, agar hanya engkau saja yang tahu bagaimana jika, seseorang yang kamu suka selalu ada di dekatmu? hampir di sebagian besar aktivitasmu sehari-hari, selalu bersamanya. kamu memohon agar perasaan yang kamu miliki tidak berlebihan, agar kekecewaan tidak datang bagaimana jika, karena sering bersamanya, akan timbul cinta yang hebat. cinta yang seperti sayang, seperti ingin merawat separuh hidupnya, seperti ingin tumbuh bersama, membangun cita-cita yang sama, seperti kamu menemukan sosok yang selama ini kamu cari. bagaimana jika, dengan perasaan yang kamu miliki sekarang, kamu tidak bisa mengungkapkannya sama sekali? hanya kamu yang diam, hanya kamu simpan, hanya kamu sendiri yang merasakan, hanya kamu yang bingung, hanya kamu yang sedih b...

Padam

setahun silam aku melihat seorang gadis yang menyimpan bara api dalam hatinya. bara yang selalu berkobar, makin berkobar ketika angin kencang meniupnya. masih berkobar ketika cipratan air berusaha memadamkannya kemarin aku melihat bara tersebut mulai meredup, padahal bara itu tersulut setiap hari. sepertinya bara itu lelah, berpendar setiap hari untung saja cinta bukan seperti tanaman, yang jika tanpa air dia akan mati cinta gadis itu tidak bisa disamakan dengan tanaman. kemarin ia tumbuh subur meski tidak disiram air kemana kata cintanya kemarin? sekarang bahkan semuanya sudah padam gadis itu (pernah) mencintainya

jangan banyak berharap

Jika ada sebuah pot dengan tanaman yang sangat subur di dalamnya, lalu pot tersebut dibiarkan begitu saja, tersengat matahari setiap harinya, dihinggapi serangga yang menjadi parasit untuknya. Lalu tetiba, tanaman tersebut mendapatkan siraman air, segar, sejuk dan menjadi subur Jika ada seorang anak kecil, yang terbiasa terkurung di dalam rumahnya. Tidak bermain, tidak bersosialisasi. Tetiba ia diperbolehkan keluar, berjalan-jalan, seolah melihat sesuatu pemandangan yang baru. Padahal mungkin bagi orang lain, pemandangan tersebut biasa aja Anggap saja gadis ini seperti halnya tanaman dan seorang anak kecil itu. Terbiasa bersosial, namun tidak begitu dengan lawan jenisnya. Seolah mendapatkan sanjungan, merasa dihormati dan dilambungkan dengan sekejap saat itu juga, ketika ada lelaki yang tetiba memperlakukan gadis itu dengan manis. Bagaimana ya perasaannya? Perasaan yang kemarin sudah berhenti berkobar, kini tersulut kembali. Namun, dia tahu batas dimana harus mengontrol kobaran...

ada kamu :)

Pernah merasa ketika apa yang sudah dilakukan, namun tidaklah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh orang lain. Tidak sesuai standar, tidak sesuai profesi dan sebagainya. Pernah merasa ketika semua usaha yang dilakukan di malam-malam sebelumnya (bahkan hingga tidak tidur) hanya terbalaskan dengan sebuah predikat Itu hakikat kehidupan. Kadang merasa tidak adil, terkadang merasa pundak ini sudah terlalu berat, kaki ini tidak sanggup menopang keinginan raga yang terlalu bersemangat, fisik yang terdapat keterbatasan, pikiran yang terkadang tumpul, niat yang tidak se-benderang di awal perjuangan Perjuangan memang berat, berat sekali. Kadang merasa getir dan membatin 'inikah yang harus aku lakukan?'. Hei, perjalanan masih sangat panjang. Terduduk dan menangis itu kadang sebuah ekspresi yang muncul secara spontan sebagai penampakan perasaan. Namun, tidak perlu berlama-lama. Aku ingin semuanya segera selesai, begitupun kamu Secara fisik, aku sendirian untuk perjuangan ini. Nam...

suara bapak

Bisa dikatakan, aku ini anak ibu. Kemanapun selalu bersama ibu, walau hanya jalan berdua, sekedar minum segelas es campur, berburu diskon bersama, memilih sepatu, baju atau apapun. Aku satu-satunya perempuan, karena kedua adikku laki-laki. Itulah sebenarnya agak sulit untuk beradaptasi ketika awal kuliah di Semarang. Apapun harus aku jalani sendiri, menentukan pilihan sendiri. Mungkin itu yang kemudian membuatku dewasa Ibu dan bapak merupakan sosok yang sangat berbeda. Ibu yang sangat perhatian dengan kuantitas pesan singkat yang tidak pernah luput setiap harinya walau sekedar 'lagi apa sayang?' Berbeda dengan bapak, beliau bukan tipe orang yang sangat perhatian. Mungkin perhatian (secara langsung) tidak termasuk dalam sifat melankolisnya. Kadang di suatu waktu beliau bisa menjadi sangat sanguinis. Haha, dan aku sangat menikmati itu Sesekali bapak berbicara, hal itu pasti menyangkut kehidupan. Sangat bermakna, sehingga berhasil membuat aku yang awalnya agak rewel menjadi...

jatuh cinta

Jatuh cinta berarti kesiapan. Siap untuk merasakan sakit. Siap untuk menerima cinta yang tidak terbalas. Siap untuk terjatuh, entah untuk yang keberapa kali bagi sebagian orang. Siap untuk merasa kehilangan. Siap untuk menyambut angin baik yang selalu berhembus setiap harinya. Hei, jatuh cinta bukan melulu hanya soal perasaan. Jatuh cinta berarti keyakinan. Jangan bermain dengan perasaan yang kamu punya sekarang, kadang dia bisa melambungkanmu, kadang dia juga bisa menjatuhkanmu serendah-rendahnya Jatuh cinta itu seperti halnya kamu mencoba sesuatu yang menegangkan, seperti menerbangkan parasut misalnya. Kamu harus mempersiapkan segalanya, peralatan yang harus kamu bawa untuk menyelamatkan dirimu sendiri, fisik yang baik untuk mencobanya, dan takdir yang akan kau temui. Hidup atau mati Begitulah dengan cinta, kamu tidak akan pernah tau apa yang lawanmu rasakan terhadapmu. Maka siapkanlah, agar kamu tidak akan merasakan kekecewaan yang dalam. Agar kamu tidak merasakan kepedihan h...