Langsung ke konten utama

Lalu kemana harus aku buang perasaan yang kemarin?



Sore itu, kamu selalu datang memenuhi panggilan. Senang melihatmu datang, mendengarmu berbicara, celotehmu yang aneh dan tingkahmu yang menyebalkan. Sekarang, sepertinya waktu sudah tidak lagi lama untukku menyimpan segalanya, menyembunyikannya rapat, kau tidak perlu tahu tentang itu. Dan aku selalu menyesal ketika saatnya tiba kamu harus pergi, beranjak dari kursimu. Bukankah seharusnya aku menikmati semuanya dengan selalu melihat jam tangan, bahwa semuanya tidak akan lama lagi

"Seharusnya kamu bisa manfaatkan ini. Ini untuk terakhir kali, dan mungkin kalian tidak akan bertemu untuk kondisi yang sama"
Menyedihkan sekali. Benar, semuanya tidak akan pernah terulang kembali. Nikmatilah saat-saat ini, saat dimana aku masih bisa memandangmu dari kejauhan, melihatmu yang seperti ini, aku suka.

Sebelum akhirnya, aku hanya bisa memandang punggungmu, menanti saat ketika kamu benar-benar pergi
Lalu harus aku buang kemana semua perasaan yang kemarin?
Menjadikannya sebagai kenangan? Berpura-pura tidak ada yang pernah terjadi?
Berlagak seolah aku tidak pernah menyimpan perasaan padamu?
Bagaimana?



-kampus
sambil duduk bersandar dikampus, menikmati senja sore yang memikat.mungkin tidak ada lagi yang seperti ini
aku suka :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

suara bapak

Bisa dikatakan, aku ini anak ibu. Kemanapun selalu bersama ibu, walau hanya jalan berdua, sekedar minum segelas es campur, berburu diskon bersama, memilih sepatu, baju atau apapun. Aku satu-satunya perempuan, karena kedua adikku laki-laki. Itulah sebenarnya agak sulit untuk beradaptasi ketika awal kuliah di Semarang. Apapun harus aku jalani sendiri, menentukan pilihan sendiri. Mungkin itu yang kemudian membuatku dewasa Ibu dan bapak merupakan sosok yang sangat berbeda. Ibu yang sangat perhatian dengan kuantitas pesan singkat yang tidak pernah luput setiap harinya walau sekedar 'lagi apa sayang?' Berbeda dengan bapak, beliau bukan tipe orang yang sangat perhatian. Mungkin perhatian (secara langsung) tidak termasuk dalam sifat melankolisnya. Kadang di suatu waktu beliau bisa menjadi sangat sanguinis. Haha, dan aku sangat menikmati itu Sesekali bapak berbicara, hal itu pasti menyangkut kehidupan. Sangat bermakna, sehingga berhasil membuat aku yang awalnya agak rewel menjadi...

inilah rasa tenteram

pertanyaan ini sudah lama aku simpan "mengapa bahu laki-laki selalu lebih lebar  daripada perempuan?" mereka bilang, bahu sebagai tempat bersandar. tetapi, jika dilihat dengan seksama, tangan laki-laki pun selalu lebih panjang perempuan diciptakan lebih mungil daripada laki-laki. entah tangannya, pundaknya, bahunya, bahkan jemarinya. tapi perempuan bukan sosok yang lemah, lelaki juga bukan sosok yang selalu lebih kuat daripada seorang perempuan bahu laki-laki lebih lebar, sebagai penopang perempuan, pun tangannya yang lebih panjang agar selalu menjaga perempuannya dari hal-hal yang membahayakan. selalu mempertahankan dan menjaga perempuannya agar selalu ada di sampingnya, di pelukannya. lalu apa yang kau rasakan? bukankah itu menenteramkan? bukankah itu menenangkan? wanita dengan tubuh yang mungil, bahu yang lebih sempit serta jemari yang lebih kecil, sebagai pelipur saat apapun yang kau anggap besar menjatuhkanmu membuatmu terduduk sedih. perempuan dengan ...

KKN. love it!

Hai. saya dari fakultas kedokteran, jurusan keperawatan dan kami tidak mengenal sesuatu yang bernama KKN. Katanya dulu sekali pernah diadakan namun distop karena kami juga ada makul komunitas yang sasarannya ke masyarakat Agak malas pas pertama kali denger ada KKN, dan ternyata ada! Maka jelas, harus pintar curi-curi waktu kapan untuk rapat KKN, untuk skripsi, untuk bikin laporan KKN dll Bayangan awal udah buruk tentang KKN Tapi unbelievable, disini malah ketemu temen-temen yang asik. Walaupun di awal agak sulit untuk beradaptasi karena memang belum saling mengenal and now, here we are :D