Langsung ke konten utama

Wonosobo: Tuhan ajarkan untuk berbaur


Dear Ghassani Ikram,
Ini pertama kalinya angkatan kami praktek klinik. Di angkatan sebelumnya, mereka praktek di semester 3. Entah, mungkin karena dari pihak kampus masih merasa belum matang jadilah angkatan kita diterjunkan untuk praktek RS di semester 5.

Pas info awal kita udah happy sebenernya, sekelompok bareng-bareng sama anak sekelas aja
yaah secara kita udah ngerasa deket banget satu sama lain, udah nyaman
enggak rela aja kalo dipisah

eeh ternyata ada beberapa nama mahasiswa kami yang namanya belum masuk
JEGGEEEERRR!!!


keluarlah jadwal revisi praktek RS, dan itu dicampur!


Alhamdulillah kelompok aku masih ada ICONia-nyaa
kasian liat temen-temen kayak tika, denis yang hanya seorang diri ICON di kelompok prakteknya
:'(


Alhamdulillah, kelompok praktekku STERIL dari laki-laki
*disebut laki-laki karena kita masih sebaya 20 tahunan :D


Rasanya sedih tauuk,, biasanya setiap hari ketemu temen-temen sampek hafal kerempongan, kebiasaan, jelek-jeleknya jugaa
eh sekarang harus dipisah
2 bulan pula

2 bulan itu lama geng


Bukan berarti aku tidak bersyukur ditempatkan di Wonosobo
Bukan berarti aku tidak menerima teman kelompokku yang baru


"Tuhan sedang mengajarkan bagaimana caranya untuk berbaur :) "


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan

Tuhan, selalu muncul dengan kejutan entah yang diharapkan maupun yang tak disangka-sangka Tuhan, penggenggam dan pengabul doa terbaik pemegang rahasia terbaik pemberi rencana yang sempurna Tuhan, rasanya baru kemarin aku meminta hari ini Kau tunjukkan semuanya tak perlu hal yang selalu aku minta untuk menjadi bahagia bahagiaMu pasti yang terindah untukku

aplikatif, kumulatif

kalo dikampus kita belajar teori di RS bener-bener belajar praktiknya, atau bahasa ilmiahnya aplikasi keilmuan yang udah didapat di kampus tapi ternyata tidak seindah dan seribet teori seolah teori hanyalah sebagai pondasi yaa bener sii tapi aku juga melihat beberapa penyepelean pada keilmuan tersebut misal teknik spul untuk infus padahal itu enggak boleh dan masih banyak lagii askep pun hanya dibuat seadanya sehingga aku berpikir bahwa hanya yang tampak lah yang diperbaiki sesuatu yang mikro ditinggalkan padahal they didn't realize that something big madeup from little things *ini kumulatif yaa begitulah pemirsah

inilah rasa tenteram

pertanyaan ini sudah lama aku simpan "mengapa bahu laki-laki selalu lebih lebar  daripada perempuan?" mereka bilang, bahu sebagai tempat bersandar. tetapi, jika dilihat dengan seksama, tangan laki-laki pun selalu lebih panjang perempuan diciptakan lebih mungil daripada laki-laki. entah tangannya, pundaknya, bahunya, bahkan jemarinya. tapi perempuan bukan sosok yang lemah, lelaki juga bukan sosok yang selalu lebih kuat daripada seorang perempuan bahu laki-laki lebih lebar, sebagai penopang perempuan, pun tangannya yang lebih panjang agar selalu menjaga perempuannya dari hal-hal yang membahayakan. selalu mempertahankan dan menjaga perempuannya agar selalu ada di sampingnya, di pelukannya. lalu apa yang kau rasakan? bukankah itu menenteramkan? bukankah itu menenangkan? wanita dengan tubuh yang mungil, bahu yang lebih sempit serta jemari yang lebih kecil, sebagai pelipur saat apapun yang kau anggap besar menjatuhkanmu membuatmu terduduk sedih. perempuan dengan ...