Langsung ke konten utama

skripsi (lagi)



hari ini, tumben kuliah pulang agak cepat. tepat jam 12
biasanya hari-hari kemarin kuliah selesai sampai sore sehingga menyita waktu untuk tidur siang bagi sebagian orang
hari ini cuaca cukup mendung, udara cukup dingin
waktu yang sangat pas untuk tidur melingkar seperti udang dikos
mungkin secangkir susu hangat dan beberapa potong roti sangat ideal di cuaca siang ini

orang lain mungkin akan melakukan hal seperti itu

sedangkan saat ini, aku sedang duduk manis blogging, mengambil beberapa buku tebal tentang psychiatric nursing (judul skripsiku)
memilah dan mengambil beberapa kata untuk aku tuangkan di skripsi masterpieceku



entah bagus atau tidak, entah bagaimana pembantaian saat seminar proposal nanti
jika sekarang ada waktu, mengapa tidak aku manfaatkan sebaik mungkin?

we will never know what will happen next, but we may predict it from the way we act for it
semangat! :)



-perpustakaan kampus-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan

Tuhan, selalu muncul dengan kejutan entah yang diharapkan maupun yang tak disangka-sangka Tuhan, penggenggam dan pengabul doa terbaik pemegang rahasia terbaik pemberi rencana yang sempurna Tuhan, rasanya baru kemarin aku meminta hari ini Kau tunjukkan semuanya tak perlu hal yang selalu aku minta untuk menjadi bahagia bahagiaMu pasti yang terindah untukku

aplikatif, kumulatif

kalo dikampus kita belajar teori di RS bener-bener belajar praktiknya, atau bahasa ilmiahnya aplikasi keilmuan yang udah didapat di kampus tapi ternyata tidak seindah dan seribet teori seolah teori hanyalah sebagai pondasi yaa bener sii tapi aku juga melihat beberapa penyepelean pada keilmuan tersebut misal teknik spul untuk infus padahal itu enggak boleh dan masih banyak lagii askep pun hanya dibuat seadanya sehingga aku berpikir bahwa hanya yang tampak lah yang diperbaiki sesuatu yang mikro ditinggalkan padahal they didn't realize that something big madeup from little things *ini kumulatif yaa begitulah pemirsah

inilah rasa tenteram

pertanyaan ini sudah lama aku simpan "mengapa bahu laki-laki selalu lebih lebar  daripada perempuan?" mereka bilang, bahu sebagai tempat bersandar. tetapi, jika dilihat dengan seksama, tangan laki-laki pun selalu lebih panjang perempuan diciptakan lebih mungil daripada laki-laki. entah tangannya, pundaknya, bahunya, bahkan jemarinya. tapi perempuan bukan sosok yang lemah, lelaki juga bukan sosok yang selalu lebih kuat daripada seorang perempuan bahu laki-laki lebih lebar, sebagai penopang perempuan, pun tangannya yang lebih panjang agar selalu menjaga perempuannya dari hal-hal yang membahayakan. selalu mempertahankan dan menjaga perempuannya agar selalu ada di sampingnya, di pelukannya. lalu apa yang kau rasakan? bukankah itu menenteramkan? bukankah itu menenangkan? wanita dengan tubuh yang mungil, bahu yang lebih sempit serta jemari yang lebih kecil, sebagai pelipur saat apapun yang kau anggap besar menjatuhkanmu membuatmu terduduk sedih. perempuan dengan ...