Langsung ke konten utama

kangen adek: diptya!



entah yaa,,saya selalu rindu sama adekku yang satu ini
diptya

ketika injeksi, saya nyuntik via IV pasien kamar 7A
ternyata itu anak kecil, mungkin masih SD
rambutnya jabrik, lucu >_<

dengan dialog pembuka dan basa-basi sebelum mulai injeksi, saya teringat diptya
kangeen bangeeet bangeeeettttt

ketika injeksi, adek itu kesakitan dan menggaruk-garuk tangannya yang terpasang infus
rasanya dada ini sakit, bergemuruh
mata mulai berkaca

" tahaan tahaaann", ucapku dalam hati

MasyaAllah, kangennyaaa :')

cepet doong injeksinyaa, jangan sampai air mata ini tumpah
berusaha sok cool sambil tetap mengontrol gemuruh di dada
akhirnya injeksi selesai

siangnya, saya dapet giliran TTV untuk kamar itu lagi
saya pegang pergelangan tangannya, kecil
sama seperti diptya

dia memperhatikan caraku menghitung denyut nadi, khawatir kalo caraku mungkin akan menyakitkan seperti suntikan tadi
katanya, hari ini dia operasi untuk ambil pen di tangannya

jadi seperti ini pedihnya menahan rindu
'dek, gimana kabarmu? sehat? gimana sekolahnya?'
maaf belum bisa pulang yaaa
:')


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan

Tuhan, selalu muncul dengan kejutan entah yang diharapkan maupun yang tak disangka-sangka Tuhan, penggenggam dan pengabul doa terbaik pemegang rahasia terbaik pemberi rencana yang sempurna Tuhan, rasanya baru kemarin aku meminta hari ini Kau tunjukkan semuanya tak perlu hal yang selalu aku minta untuk menjadi bahagia bahagiaMu pasti yang terindah untukku

aplikatif, kumulatif

kalo dikampus kita belajar teori di RS bener-bener belajar praktiknya, atau bahasa ilmiahnya aplikasi keilmuan yang udah didapat di kampus tapi ternyata tidak seindah dan seribet teori seolah teori hanyalah sebagai pondasi yaa bener sii tapi aku juga melihat beberapa penyepelean pada keilmuan tersebut misal teknik spul untuk infus padahal itu enggak boleh dan masih banyak lagii askep pun hanya dibuat seadanya sehingga aku berpikir bahwa hanya yang tampak lah yang diperbaiki sesuatu yang mikro ditinggalkan padahal they didn't realize that something big madeup from little things *ini kumulatif yaa begitulah pemirsah

inilah rasa tenteram

pertanyaan ini sudah lama aku simpan "mengapa bahu laki-laki selalu lebih lebar  daripada perempuan?" mereka bilang, bahu sebagai tempat bersandar. tetapi, jika dilihat dengan seksama, tangan laki-laki pun selalu lebih panjang perempuan diciptakan lebih mungil daripada laki-laki. entah tangannya, pundaknya, bahunya, bahkan jemarinya. tapi perempuan bukan sosok yang lemah, lelaki juga bukan sosok yang selalu lebih kuat daripada seorang perempuan bahu laki-laki lebih lebar, sebagai penopang perempuan, pun tangannya yang lebih panjang agar selalu menjaga perempuannya dari hal-hal yang membahayakan. selalu mempertahankan dan menjaga perempuannya agar selalu ada di sampingnya, di pelukannya. lalu apa yang kau rasakan? bukankah itu menenteramkan? bukankah itu menenangkan? wanita dengan tubuh yang mungil, bahu yang lebih sempit serta jemari yang lebih kecil, sebagai pelipur saat apapun yang kau anggap besar menjatuhkanmu membuatmu terduduk sedih. perempuan dengan ...