Langsung ke konten utama

harapan di 21



bukan harapan muluk-muluk yang akan dipanjatkan | diberikan usia hingga saat ini pun itu sudah berkah
:)

1. ALLAH
perbaiki ibadah, itu tujuan primer di usia ini. Malu! udah usia segini ibadahnya masih jelek. setidaknya insyaallah mencoba rutin menjalankan sunnah Rasulullah: sedekah, dhuha, baca Qur'an, dll. Hafalan juz 30 juga semoga enggak surut.. aamiin :)

2. ILMU
semester ini padat praktek, minggu ini pun nggak bisa pulang. Semoga makin semangat menimba ilmu. Tidak hanya sekedar berangkat-pulang RS aja, tapi banyak ilmu dan tanda tanya yang dibawa pulang. Banyak baca buku. Insyaallah maternitas pilihan utama, bedah pilihan kedua. Insyaallah!

3. ORANGTUA
mengapa di poin ketiga? bukan berarti posisi mereka di nomer tiga. Kalian the best, yang selalu dukung aku apapun. Supporter di garda terdepan. Pendoa yang tak pernah bosan. Penyokong yang sangat berarti untuk masa depanku. Belajar di maternitas, semakin menyadari peran orang tua. Bahkan orang tua pun masih ada ketika anak-anaknya melahirkan. #haru. Seperti apapun kalian sekarang atau nanti, aku tetap cinta :')

4. MASA DEPAN
nggak mau kalah sama irsa..bikin planning juga ah
Plan A : Lulus --> Ners --> Kerja (luar negeri insyaallah) --> Nikah --> Nursepreneur
Plan B : Lulus Ners --> Lanjut studi keluar (beasiswa aamiin) --> Kerja --> Nikah

Itu aja deh..
Those are just sketches, You who make those become completely perfect!

aamiin


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan

Tuhan, selalu muncul dengan kejutan entah yang diharapkan maupun yang tak disangka-sangka Tuhan, penggenggam dan pengabul doa terbaik pemegang rahasia terbaik pemberi rencana yang sempurna Tuhan, rasanya baru kemarin aku meminta hari ini Kau tunjukkan semuanya tak perlu hal yang selalu aku minta untuk menjadi bahagia bahagiaMu pasti yang terindah untukku

aplikatif, kumulatif

kalo dikampus kita belajar teori di RS bener-bener belajar praktiknya, atau bahasa ilmiahnya aplikasi keilmuan yang udah didapat di kampus tapi ternyata tidak seindah dan seribet teori seolah teori hanyalah sebagai pondasi yaa bener sii tapi aku juga melihat beberapa penyepelean pada keilmuan tersebut misal teknik spul untuk infus padahal itu enggak boleh dan masih banyak lagii askep pun hanya dibuat seadanya sehingga aku berpikir bahwa hanya yang tampak lah yang diperbaiki sesuatu yang mikro ditinggalkan padahal they didn't realize that something big madeup from little things *ini kumulatif yaa begitulah pemirsah

inilah rasa tenteram

pertanyaan ini sudah lama aku simpan "mengapa bahu laki-laki selalu lebih lebar  daripada perempuan?" mereka bilang, bahu sebagai tempat bersandar. tetapi, jika dilihat dengan seksama, tangan laki-laki pun selalu lebih panjang perempuan diciptakan lebih mungil daripada laki-laki. entah tangannya, pundaknya, bahunya, bahkan jemarinya. tapi perempuan bukan sosok yang lemah, lelaki juga bukan sosok yang selalu lebih kuat daripada seorang perempuan bahu laki-laki lebih lebar, sebagai penopang perempuan, pun tangannya yang lebih panjang agar selalu menjaga perempuannya dari hal-hal yang membahayakan. selalu mempertahankan dan menjaga perempuannya agar selalu ada di sampingnya, di pelukannya. lalu apa yang kau rasakan? bukankah itu menenteramkan? bukankah itu menenangkan? wanita dengan tubuh yang mungil, bahu yang lebih sempit serta jemari yang lebih kecil, sebagai pelipur saat apapun yang kau anggap besar menjatuhkanmu membuatmu terduduk sedih. perempuan dengan ...