Langsung ke konten utama

tak ingin jauh



kemarin ibu telpon, menanyakan kabar, berdialog, curhat ala emak dan anak
jadi kangen momii

melihat banyak fenomena bapak dan ibu yang sudah tua terbaring tidak berdaya di rumah sakit
dengan banyak macam selang yang mungkin mereka pun belum tentu paham, apa fungsi dari semua alat itu
yang mereka tau, mereka bisa sehat

terbaring lemah, sakit, bisa dipengaruhi juga oleh keadaan batin seseorang
keberadaan orang-orang terdekat bisa menjadi penguat jiwa dan pemicu untuk sembuh

jadi teringat, orang tua hampir kepala 5
orang dengan tipe visioner sudah membayangkan kehidupan di masa yang akan datang --> tunjuk diri sendiri
:D

aku menyatakan, begini
'bu, besok aku pengin kerja di purwokerto aja biar bisa ngerawat ibu sama bapak'
*kalo udah bahas tentang orang tua, tangan jadi gemetar, dada bergemuruh, air mata berlomba-lomba pengin segera keluar

'Alhamdulillah, ibu seneng. tapi nanti dilihat kalo memang rejekinya diluar kota ya ndak papa'

aaaaaaaaaahhh >_<

sungguh, dengan apa lagi aku mampu membalas kasih sayang kalian jika bukan dengan ilmu keperawatan yang sudah aku dapat?

sayang ibu-bapak :')


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan

Tuhan, selalu muncul dengan kejutan entah yang diharapkan maupun yang tak disangka-sangka Tuhan, penggenggam dan pengabul doa terbaik pemegang rahasia terbaik pemberi rencana yang sempurna Tuhan, rasanya baru kemarin aku meminta hari ini Kau tunjukkan semuanya tak perlu hal yang selalu aku minta untuk menjadi bahagia bahagiaMu pasti yang terindah untukku

aplikatif, kumulatif

kalo dikampus kita belajar teori di RS bener-bener belajar praktiknya, atau bahasa ilmiahnya aplikasi keilmuan yang udah didapat di kampus tapi ternyata tidak seindah dan seribet teori seolah teori hanyalah sebagai pondasi yaa bener sii tapi aku juga melihat beberapa penyepelean pada keilmuan tersebut misal teknik spul untuk infus padahal itu enggak boleh dan masih banyak lagii askep pun hanya dibuat seadanya sehingga aku berpikir bahwa hanya yang tampak lah yang diperbaiki sesuatu yang mikro ditinggalkan padahal they didn't realize that something big madeup from little things *ini kumulatif yaa begitulah pemirsah

inilah rasa tenteram

pertanyaan ini sudah lama aku simpan "mengapa bahu laki-laki selalu lebih lebar  daripada perempuan?" mereka bilang, bahu sebagai tempat bersandar. tetapi, jika dilihat dengan seksama, tangan laki-laki pun selalu lebih panjang perempuan diciptakan lebih mungil daripada laki-laki. entah tangannya, pundaknya, bahunya, bahkan jemarinya. tapi perempuan bukan sosok yang lemah, lelaki juga bukan sosok yang selalu lebih kuat daripada seorang perempuan bahu laki-laki lebih lebar, sebagai penopang perempuan, pun tangannya yang lebih panjang agar selalu menjaga perempuannya dari hal-hal yang membahayakan. selalu mempertahankan dan menjaga perempuannya agar selalu ada di sampingnya, di pelukannya. lalu apa yang kau rasakan? bukankah itu menenteramkan? bukankah itu menenangkan? wanita dengan tubuh yang mungil, bahu yang lebih sempit serta jemari yang lebih kecil, sebagai pelipur saat apapun yang kau anggap besar menjatuhkanmu membuatmu terduduk sedih. perempuan dengan ...