Langsung ke konten utama

ketagihan (praktek!)



keluarga RS Wonosobo, mereka sangat hangat
dari awal canggung untuk adaptasi menjadi terbiasa

kangeen

@7.00am
biasanya jam segini lagi operan jaga

@7.30am
persiapan injeksi di ruang tindakan, kalo pasien banyak seneng banget deh nyedotin obat dari ampul atau vial..hehe

@08.00am
kita muter bawa troli, isinya perlengkapan injeksi dan macem2 jenis cairan infus untuk kita ganti. siapin senyum untuk pasien

@08.30am
jam segini kalo di BGV kita siap siap untuk ganti verban. handscoon sama masker jadi barang wajib untuk interaksi sama pasien. apalagi di ruang isolasi. awalnya observasi dan bantu potong hepafix, dll. lama-lama bisa ganti balut sendiri untuk pasien abses :)
ganti balut bisa sampe jam 10 atau 11. tergantung dari banyaknya pasien dan keadaan luka

@11am
mulai terima jam kunjung. banyak dari mereka yg tanya alamat, 'nuwun sewu, asmanipun sinten nggih?gerah nopo?'
awalnya yg masih kagok, lama-lama jadi makin fasih aja bicara bahasa jawa krama ^^

@12am
sambil terima pengunjung, sambil terima komplain juga. infus macet, infus habis, darahnya naik, macem-macem
:D
aku lebih suka disibukkan dengan hal seperti itu daripada aku hanya duduk diam

@13pm
kalo lagi ngganggur biasanya baca CM pasien. isinya macem macem start from identity, disease history, diagnosa medis. bisa kan untuk referensi pengetahuan tentang penyakit

@14pm
jam segini, shift berakhir. kalo ada tugas pengkajian (saking rajinnya) ke RS lagi malemnya untuk interview dengan pasien dan pemeriksaan fisik.
biasanya di akhir shift dikasih makan..hehe


selalu bahagia dan pengen mengulang ituu
:')


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuhan

Tuhan, selalu muncul dengan kejutan entah yang diharapkan maupun yang tak disangka-sangka Tuhan, penggenggam dan pengabul doa terbaik pemegang rahasia terbaik pemberi rencana yang sempurna Tuhan, rasanya baru kemarin aku meminta hari ini Kau tunjukkan semuanya tak perlu hal yang selalu aku minta untuk menjadi bahagia bahagiaMu pasti yang terindah untukku

aplikatif, kumulatif

kalo dikampus kita belajar teori di RS bener-bener belajar praktiknya, atau bahasa ilmiahnya aplikasi keilmuan yang udah didapat di kampus tapi ternyata tidak seindah dan seribet teori seolah teori hanyalah sebagai pondasi yaa bener sii tapi aku juga melihat beberapa penyepelean pada keilmuan tersebut misal teknik spul untuk infus padahal itu enggak boleh dan masih banyak lagii askep pun hanya dibuat seadanya sehingga aku berpikir bahwa hanya yang tampak lah yang diperbaiki sesuatu yang mikro ditinggalkan padahal they didn't realize that something big madeup from little things *ini kumulatif yaa begitulah pemirsah

inilah rasa tenteram

pertanyaan ini sudah lama aku simpan "mengapa bahu laki-laki selalu lebih lebar  daripada perempuan?" mereka bilang, bahu sebagai tempat bersandar. tetapi, jika dilihat dengan seksama, tangan laki-laki pun selalu lebih panjang perempuan diciptakan lebih mungil daripada laki-laki. entah tangannya, pundaknya, bahunya, bahkan jemarinya. tapi perempuan bukan sosok yang lemah, lelaki juga bukan sosok yang selalu lebih kuat daripada seorang perempuan bahu laki-laki lebih lebar, sebagai penopang perempuan, pun tangannya yang lebih panjang agar selalu menjaga perempuannya dari hal-hal yang membahayakan. selalu mempertahankan dan menjaga perempuannya agar selalu ada di sampingnya, di pelukannya. lalu apa yang kau rasakan? bukankah itu menenteramkan? bukankah itu menenangkan? wanita dengan tubuh yang mungil, bahu yang lebih sempit serta jemari yang lebih kecil, sebagai pelipur saat apapun yang kau anggap besar menjatuhkanmu membuatmu terduduk sedih. perempuan dengan ...